Rabu, 25 April 2012

102 orang Terbunuh Mayoritas Oleh Bom Roket di Ham


Kamis 26 April 2012

57 orang suriah terbunuh oleh bom roket di Hama

 Aktivis Suriah melaporkan bahwa 102 tewas, Rabu di Suriah, termasuk 57 orang dalam serangan roket  yang dialami distrik Masya Thayar di kota Hama. Sedangkan Dewan Tertinggi Komando Revolusioner  Suriah melancarkan kritiknya terhadap Komite pemantau internasional "karena gagal melindungi" warga.

Dewan Jenderal Revolusi Suriah mengatakan, sebuah roket jatuh di daerah itu dan meledak, menyebabkan  13 anak dan 16 wanita terbunuh serta lebih dari sepuluh rumah hancur.

Menurut Dewan Jenderal Revolusi Suriah, 71 orang tewas di Hama saja, termasuk empat tentara tentara pembebasan Suriah dan dua elemen tentara dan sejumlah anak dan perempuan.

Dewan itu menjelaskan terbunuhnya tujuh orang di Deera dan empat orang di pedesaan Damaskus, dan tiga di Idleb dan korban yang sama di Homs, dan kejadian seperti itu di Deerzur, dan dua orang korban di Aleppo (halab).

Pemantau HAM Suriah di pihak lain mengatakan bahwa pasukan keamanan menyerahkan mayat warga kepada untuk orang tua mereka di kota Hama setelah beberapa hari ditangkap. Tentara juga menyerahkan jasad seorang warga ke rumah keluarganya di desa Dar Izzah di pedesaan Halab setelah mengalami penyiksaan, kata seorang pemantau.
 
Di pedesaan
Banias para aktivis Banias mengatakan bahwa pasukan keamanan Suriah dan Syabihah menjarah harta milik warga sipil di kebun desa Salam. Menurut para aktivis di daerah jembatan Syugur ada 16 orang diculik, sementara tentara Suriah  menangkap empat wanita dari rumah mereka di daerah tersebut.

Koresponden alJazeera melaporkan di Antiokhia dari para aktivis Suriah yang mengatakan bahwa beberapa orang terluka di Desa Ramah di Jabal Zawiyah setelah mendapat serangan tembakan dan artileri dari tentara pemerintah.

Para Pemantau
Di sisi lain delegasi pemantau  internasional menghilang di Suriah pada Rabu di dua kota, Hama dan Homs, serta di Duma pedesaan Damaskus.
 
Gambar-gambar
yang ditayangkan aktivis oposisi di internet  mobil delegasi pemantau di Duma  berkeliaran di jalan-jalan kota tanpa para pemantau turun dari mobilnya.

Para aktivis mengatakan bahwa pemboman tentara
pemerintah selalu berhenti sebelum kedatangan pengamat. Di Homs gambar menunjukkan salah seorang pemantau baru-baru ini bersama sejumlah warga distrik  di dalam mobilnya yang melaju.

Sementara itu, Dewan Tertinggi pimpinan revolusi Suriah menyatakan  ia bertolak secara  resmi kepada semua koordinator dan para aktivis untuk tidak menerima delegasi pemantau internasional dan tidak bekerja sama dengan mereka karena "selama ini delegasi tidak mampu melindungi daerah pemukiman yang mereka kunjungi."

D
ewan menambahkan bahwa menjadi tugas delegasi untuk tetap menugaskan seorang pemantau, setidaknya di setiap daerah yang dikunjungi untuk mencegah pemerintah melakukan balas dendam terhadap keluarganya.

Para aktivis Suriah menuduh  PBB, "bermain-main dengan nyawa warga Suriah," karena enggan menyebarkan para  pemantau internasional.

Upaya Infiltrasi

Seorang pejabat komisi pemantau internasional mengatakan Rabu bahwa dua pemantau yang menetap di Hama menyaksikan operasi militer sengit pasukan pemerintah yang terjadi pada hari Senin.

Neeraj Singh mengatakan kepada pers Perancis bahwa pe
mantau yang menetap di kota Hama yang melaksanakan misinya di sana. Dia menambahkan "Kami sekarang memiliki dua pemantau di Homs dan Hama dalam menjalankan tugas mereka di daerah tersebut, dan kami memiliki tim yang juga  melakukan kunjungan lapangan di Damaskus."

Di sisi lain pemerintah Suriah mengatakan pada hari Rabu pihaknya telah menggagalkan upaya penyusupan mereka yang digambarkan kelompok teroris bersenjata yang  datang dari wilayah Turki, dan menewaskan salah satu anggotanya.

sebagaimana yang dilaporkan Kantor berita Suriah "SANA" bahwa "seorang teroris meledakkan dirinya di sebuah bom mobil pada pos penjagaan pasukan di lokasi bank distrik Sijir di jalan  Idlib ", yang menyebabkan tewasnya seorang anggota keamanan.


Rabu, 18 April 2012

Laporan Pemantauan Harian




Selasa 17 april 2012/25 jumadil awal1433 H
Dilaporkan 50 orang syahid di seluruh Suriah, diantara mereka 21 orang jadi korban pemboman tentara di kota Idlib.

Munculnya demonstrasi menentang pemerintah di semua provinsi Suriah diantaranya di Ebin dan Haryatan di Halab, di distrik Syanan di Jabal Zawiyah Idlib, di Thayanah Deerzur, dijalan Ibnu Rusyd Hama, di Baramikah Damaskus.

Pasukan Asad mulai pemboman dengan bom meriam atas distrik Kholidiyah, Bayadhah di Homs, juga atas distrik Qarabidh dengan meriam dan misil, hingga menyebabkan bertambahnya kerusakan  gedung-gedung dan jatuhnya para syuhada dan korban luka-luka.
Pemboman membabi buta mempengaruhi Homs, Deera, Halab, Idlib, Qamisyli dan pedesaan Damaskus.

bentrokan sengit terjadi pada senin pagi antara tentara pembebasan Suriah dan pasukan Asad di Idlib dekat perbatasan Turki. Pemantau Ham Suriah menegaskan bahwa itu merupakan tindakan membela diri para warga yang menghadapi tembakan dan operasi Asad di Daerah itu, juga ada berita bentrokan di pedesaan Suriah.

Hamoud Khalid, Kolonel penerjun tentara pembebasan Syria  menegaskan bahwa "perbatasan (Suriah - Turki) menjadi sasaran tembak," tentara Suriah, "setiap hari.

Muhammad al-Hamawi anggota Dewan Umum Revolusi Suriah mengatakan bahwa pasukan pemerintah Asad telah membom gereja Injil di Hama, dan menyerbu distrik Khitab di pedesaan Hama dengan senjata mesin dan kendaraan lapis baja ditengah operasi penangkapan yang luas, ia menegaskan bahwa pasukan keamanan berkeliling distrik itu dan menggali parit disekitarnya dan membom jembatan di atas sungai Ashi.

Ridwan Ziyadah, anggota Dewan Nasional Suriah meragukan komitmen pemerintah Asad atas langkah Anan, ia menjelaskan bahwa pelanggaran atas penghentian penembakan tidak ada perubahan dalam cara berinterakasi pemerintah Suriah terhadap para demonstran damai, dan pemerintah tidak pernah menerima pelaksanaan rekomendasi usulan Anan atau pun rekomendasi liga Arab.

Mengumumkan pembentukan kelompok oposisi politik baru dengan nama "Dewan Adat", yang mengatakan dalam pernyataannya bahwa "warga suku-suku Arab di Suriah membentuk lebih dari 45% dari struktur sosial masyarakat Suriah, sehingga kelompok tersebut memutuskan untuk membentuk blok politik yang terstruktur dan proyek kelembagaan struktural baru.