Rabu, 26 September 2012

LAPORAN KOMITE INTERNASIONAL UNTUK KEMENANGAN RAKYAT SURIAH (1)


“KEMENANGAN SURIAH”
Republik Arab Mesir
Mulai tgl 19/7/2012 sampai 15/8/2012
Ramadhan, 1433 H

Abstraksi:

Komite internasional untuk kemenangan rakyat Suriah (Onsur) mendirikan kampanye global untuk mempublikasikan krisis yang sedang terjadi di Suriah yang sedang berkembang di Mesir selama bulan Ramadhan 1433 H.

Acara tersebut diadakan di setiap provinsi dan kabupaten di Mesir melalui ragam kegiatan seperti konferensi, festival seni, dan ceramah-ceramah. selain itu ditambah lagi dengan kunjungan para ulama dan tokoh masyarakat sampai ke pelosok Mesir, wawancara di berbagai stasiun televise terkait dengan kondisi riil di Suriah. Di sisi lain pihak komite gencar mempublikasikan berita-berita krisis Suriah melalui media cetak maupun elektronik, pamphlet, brosur dan lain sebagainya yang mereka sebarkan sampai ke pelosok Mesir. Kegiatan tersebut juga menjadi momen untuk mengumpulkan sumbangan-sumbangan masyarakat Mesir untuk rakyat Suriah.

Tema kampanye              : Kemenangan Suriah
waktu                              : mulai 19/7/2012 sampai 15/8/2012

Senin, 23 Juli 2012

Liga Arab Desak Asad Mengundurkan Diri


Posted: 22 Jul 2012 09:11 PM PDT
Presiden Suriah


al-ikhwan.net – Doha, Negara-negara Arab telah menyerukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk segera menyerahkan kekuasaan guna mengakhiri kerusuhan negaranya, kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, Senin.
“Ada kesepakatan tentang perlunya pengunduran diri secepatnya Presiden Bashar al-Assad,” kata Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani kepada wartawan setelah pertemuan tingkat menteri Liga Arab di Doha yang berakhir dinihari Senin.
Liga Arab juga mendesak Tentara Pembebasan Suriah untuk membentuk pemerintah transisi persatuan nasional.
“Kami menyerukan kepada oposisi dan Tentara Pembebasan Suriah agar membentuk suatu pemerintah kesatuan nasional,” kata Sheikh Hamad saat ia menyampaikan hasil pertemuan Liga Arab.
Dia mendesak Bashar untuk mengambil keputusab “berani” untuk menyelamatkan negaranya, tempat pertempuran sengit berkecamuk pada Ahad antara tentara pemerintah dan pemberontak.
Secara nasional, 123 orang tewas dalam kekerasan pada Ahad, 59 dari mereka warga sipil, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Ia menambahkan bahwa selama masa tujuh hari sebanyak 1.290 orang tewas, tiga perempat dari mereka warga sipil.

Senin, 18 Juni 2012

Meski diperingatkan PBB, pasukan rezim Suriah terus lancarkan aksi bombardir


DAMASKUS (Arahmah.com)
 - Pasukan rezim Suriah pada Senin (18/6/2012) kembali menembakkan mortar pada sejumlah area yang diduga menjadi pusat pemberontakan di kota Homs dan Damaskus, meskipun PBB sudah memberikan peringatan bahwa tindakan adalah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sementara itu, presiden AS, Barack Obama, akan bertemua dengan rekannya dari Rusiah, Vladimir Putin, pada konferensi G20 untuk mendiskusikan perbedaan pandangan mengenai konflik berdarah di Suriah.
"Penembakan dan penyerangan kembali terjadi di kota Homs. Bahkan ledakannya terdengar hingga ke lingkungna Khaldiyeh," kata Observatori HAM Suriah. Lembaga ini juga menyatakan bahwa 34 orang tewas di seluruh penjuru Suriah akibat serangan pasukan rezim pada hari Senin (18/6).
Meningkatnya eskalasi kekerasan di Suriah membuat para pengamat PBB pada akhir pekan menangguhkan misi pemantauan mereka.
Kepala misi, Mayor Jenderal Robert Mood, mendesak pihak yang bertikai untuk "memungkinkan perempuan, anak, orang tua dan korban yang terluka untuk meninggalkan zona konflik, tanpa prasyarat dan menjamin keselamatan mereka."
Kelompok oposisi utama, Dewan Nasional Suriah pada hari Minggu (17/6) mendesak PBB untuk menekan rezim Suriah dengan menggunakan Bab VII piagam PBB, yang memungkinkan tindakan militer dikenakan pada suatu negara.
Sementara itu, Obama rencananya bertemu Putin hari Senin (18/6) di tengah harapan bahwa Rusia, sekutu Presiden Bashar al-Assad, pada akhirnya akan membantu mengurangi krisis di Suriah.
Rusia juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan untuk mengirimkan dua kapal serbu amfibi ke pelabuhan Tartus Suriah dengan dalih menjamin keamanan warganya, kantor berita Interfax melaporkan. (althaf/arrahmah.com)

Kekerasan Meningkat, Pemantau PBB Hentikan Misi di Suriah


Kekerasan Meningkat, Pemantau PBB Hentikan Misi di Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, Komandan pemantau PBB di Suriah, Mayor Jendral Robert Mood, menghentikan operasi pemantauan karena kekerasan yang meningkat di wilayah itu

Para pemantau PBB yang tidak bersenjata, tidak akan lagi melakukan patroli di Suriah karena kekerasan yang meningkat membuat situasi menjadi sangat berisiko. 
Komandan pemantau PBB Mayor Jendral Robert Mood mengeluarkan pengumuman itu hari Sabtu (17/6) dan mengatakan anggotanya hanya bisa melakukan sedikit pemantauan gencatan senjata karena pemerintah dan oposisi terus memicu konflik itu.
Pejabat-pejabat oposisi Suriah yang bertemu di Istanbul termasuk Ketua Dewan nasional Suriah Bassam Imadi mengatakan keputusan itu tidak mengejutkan.